PERAN PEMERINTAH DALAM KEWIRAUSAHAAN
Pemerintah sebagai pelaksana amanat rakyat sudah semestinya mengukur kemakmuran bagi masyarakatnya dan ini juga diamanatkan dalam undang undang dasar negara Republik Indonesia. Karenanya dibentuklah Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah untuk membantu mengembangkan ekonomi kerakyatan melalui gerakan koperasi sebagai penghimpun dan pengelola dana sebagai modal dari rakyat untuk rakyat. Keberadaan koperasi yang tumbuh pesat hingga kepelosok negeri menjadi tulang punggung bagi populasi modal untuk tumbuhnya usaha kecil dan menengah di dalam kelompok masyarakat.
Bergulirnya dana bantuan pemerintah yang dikelola dengan baik oleh koperasi menjadi angin segar bagi yang terus tumbuhnya usaha kecil dan menengah tersebut, terlebih lagi dengan dikerahkannya tenaga yang handal dan terlatih dalam memberikan arahan dan pembinaan bagi para calon usahawan yang akan menggunakan dana bantuan yang sifatnya ringan. Dana ini akan diberikan secara bergiliran agar seluruh peserta koperasi dapat merasakan manfaatnya.
Berikut ini adalah manfaat dukungan pemerintah pada usaha kecil dan menengah untuk menyokong perekonomian nasional Indonesia:
- Menyerap Lebih Banyak Pekerja
Usaha kecil dan menengah ini adalah sebagai penyerap tenaga kerja paling banyak dibandingkan dengan badan usaha negara atau swasta lainnya. Seperti kita tahu bahwa kebanyakan perusahaan kelas atas akan membutuhkan tenaga profesional terampil dengan pendidikan tinggi. Meninggalkan yang tidak memiliki pendidikan tinggi tanpa pekerjaan. Beruntunglah dengan adanya usaha kecil dan menengah di lapangan kerja terbuka lebih maksimal dan menyerap lebih banyak pekerja yang berpendidikan paling rendah.
- Menambah Pemasukan Devisa Negara
Beberapa produk usaha kecil dan menengah berskala menengah telah menembus pasar internasional melalui ekspor sehingga menambah pemasukan negara, tidak hanya dari segi migas saja. Potensi ini akan terus bertambah, negara semakin mendukung perkembangan usaha kecil dan menengah, melihat potensi secara teliti dan memodali dengan lebih baik.
- Memaksimalkan Potensi Sumber Daya Alam (SDA)
Dengan dukungan pemerintah dalam membantu membiayai usaha kecil dan menengah maka akan merangsang lebih banyak orang dalam memanfaatkan sumber daya alam di sekitar mereka. Tentu saja ini lebih baik atau lebih dekat SDA kita dikuasai oleh orang asing. Hal ini juga dapat membuat kita lebih independen dalam SDA seperti bahan pangan dan pakaian agar tidak selalu tergantung pada hasil impor akibat perdagangan bebas.
Indonesia harus lebih jeli melihat peluang untuk kesinambungan ekonomi di masa mendatang. Oleh karena itu sudah sepatutnya pemerintah semakin meningkatkan bantuan berupa finansial, penyuluhan serta pelatihan bagi pengusaha-pengusaha muda Indonesia agar semakin bermunculan dan membuat ekonomi kita menjadi lebih baik. Hal ini juga agar Indonesia dapat lebih maju di kancah perdagangan internasional.
Kewirausahaan berkelanjutan berfokus pada keterampilan wirausahawan untuk mewujudkannya melalui perubahan sosial dan lingkungan atau inovasi sosial
Indeks Kewirausahaan dan Pembangunan Global atau Global Entrepreneurship and Development Index (GEDI) Tahun 2013 memposisikan Indonesia berada pada peringkat 76 dari 118 negara. Dibandingkan dengan negara-negara ASEAN, peringkat tersebut masih jauh di bawah Singapura (13), serta masih di bawah Malaysia (57), Brunei Darussalam (58), Thailand (65). Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia masih belum optimal dalam membangun kewirausahaannya. Untuk memacu pembangunan kewirausahaan, pemerintah Indonesia mencanangkan Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN), dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah wirausaha Indonesia, mengingat jumlah wirausaha Indonesia baru berkisar 0,25% dari populasi penduduk. Dalam mempertahankan upaya dan meningkatkan peringkat kewirausahaan yang sudah dicapai saat ini, Penerapan kewirausahaan membangun kewirausahaan yang berkelanjutan (kewirausahaan berkelanjutan) untuk menciptakan kewirausahaan yang berdaya saing tangguh, berkelanjutan serta saling mendukung dan berkesinambungan, dengan memanfaatkan sinergi dari berbagai elemen masyarakat. Dengan terciptanya sustainable entrepreneurship maka daya saing yang berkelanjutan di tingkat nasional maupun global dapat terwujud. Kewirausahaan berkelanjutan berfokus pada keterampilan wirausahawan untuk mewujudkannya melalui perubahan sosial dan lingkungan atau inovasi sosial. Kewirausahaan bukan lagi hanya menghasilkan ekonomi, namun wirausahawan yang berkelanjutan (pengusaha berkelanjutan) mampu "triple bottom line" (profitabilitas perusahaan, potensi manfaat untuk lingkungan hidup, Serta potensi manfaat untuk masyarakat dengan menyeimbangkan kesehatan, keadilan sosial dan ketahanan lingkungan perilaku kewirausahaan mereka. Akhir-akhir ini banyak diskusi ilmiah tentang teori kewirausahaan dan praktek yang berkaitan dengan orientasi kewirausahaan yang berkelanjutan pada tujuan-tujuan masyarakat, etika, ekonomi, dan ekologi. Bahkan riset tentang kewirausahaan yang berkelanjutan sudah lebih berkembang jika dibandingkan dengan riset bisnis dan lingkungan terutama dalam hal-hal yang mempengaruhi perubahan praktek-praktek sosial dan lingkungan bisnis. Namun pertanyaan yang mengemuka adalah “Bagaimanakah kita memahami sifat, motivasi dan faktor-faktor pendorong ecopreneurs berkelanjutan untuk berinovasi? ” Pertanyaan selanjutnya adalah “Bagaimanakah implementasi kewirausahaan berkelanjutan di Indonesia agar dapat bersaing di tingkat global?”. Makalah ini bertujuan untuk membahas pendekatan konseptual tentang kewirausahaan yang berkelanjutan serta untuk menguraikan bagaimana pengusaha berkelanjutan berinovasi dalam membawa manfaat tambahan (manfaat) bagi masyarakat dan lingkungan.

