Showing posts with label belajar. Show all posts
Showing posts with label belajar. Show all posts
Hubungan Kesabaran dan Konsistensi - Membangun Kewirasuahaan

Dalam dunia kewirausahaan, konsistensi bukanlah tentang siapa yang paling berapi-api di awal perjalanan. Banyak orang mampu berlari kencang ketika motivasi sedang tinggi, ketika ide masih terasa segar, dan ketika mimpi terlihat begitu dekat. Namun bisnis tidak dibangun hanya dengan ledakan semangat sesaat. Bisnis dibangun oleh mereka yang tetap bekerja, tetap belajar, tetap memperbaiki, bahkan ketika hasil belum juga datang mengetuk pintu

Sebab kenyataannya, pertumbuhan besar hampir selalu diawali oleh fase sunyi yang melelahkan. Tidak ada apresiasi. Tidak ada penjualan yang signifikan. Tidak ada validasi dari orang lain. Yang ada hanya proses panjang yang sering membuat seseorang mempertanyakan dirinya sendiri. Banyak wirausahawan berhenti tepat di fase ini. Mereka mengira usahanya gagal, padahal sebenarnya akar mereka baru mulai menembus tanah. Mereka ingin panen cepat, tetapi lupa bahwa pohon besar membutuhkan waktu lama untuk menguatkan akar sebelum tumbuh menjulang

Di titik inilah kesabaran menjadi kekuatan mental yang sangat mahal nilainya. Kesabaran bukan berarti diam tanpa tindakan, melainkan kemampuan untuk tetap tenang di tengah ketidakpastian. Ketika penjualan turun, ketika pasar berubah, ketika kompetitor bermunculan, atau ketika usaha belum menghasilkan seperti harapan, kesabaran menjaga seseorang agar tidak mengambil keputusan impulsif yang merusak arah bisnisnya sendiri

Namun kesabaran saja tidak cukup. Karena banyak orang sabar menunggu, tetapi tidak disiplin bergerak. Maka konsistensi hadir sebagai bentuk nyata dari kesabaran yang diwujudkan dalam tindakan. Konsistensi adalah keberanian untuk tetap menjalankan proses kecil setiap hari, meski belum ada tepuk tangan. Tetap membuat konten walau sepi interaksi. Tetap memperbaiki produk walau belum viral. Tetap membangun relasi walau belum langsung menghasilkan transaksi. Tetap belajar, mengevaluasi, dan memperbaiki sistem walau hasilnya belum terasa sekarang

Ironisnya, banyak bisnis tidak mati karena produknya buruk, tetapi karena pemiliknya kalah oleh rasa ingin cepat berhasil. Mereka berhenti bukan karena tidak mampu, tetapi karena tidak tahan menghadapi proses yang lambat. Padahal dunia usaha tidak menghargai siapa yang paling cepat memulai, melainkan siapa yang paling lama bertahan dan terus berkembang

Perubahan besar dalam hidup dan bisnis hampir tidak pernah lahir dari satu langkah spektakuler. Ia lahir dari kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus. Dari disiplin bangun dan bekerja saat orang lain menyerah. Dari keberanian mengulang hal-hal sederhana dengan kualitas yang terus diperbaiki. Dari kemampuan menjaga arah meski belum melihat hasil

Karena pada akhirnya, bisnis yang bertahan bukan dibangun oleh ledakan motivasi sesaat, tetapi oleh mental yang sanggup bersabar dan langkah yang sanggup konsisten. Dan sering kali, kemenangan terbesar datang kepada mereka yang tidak berhenti… tepat sebelum prosesnya mulai berbuah

BUSINESS ECOSYSTEM ORCHESTRATION: MASTERING THE 2025 VUCA LANDSCAPE

BUSINESS ECOSYSTEM ORCHESTRATION: BUILDING MSME RESILIENCE THROUGH DIGITAL TRANSFORMATION AND STRATEGIC COLLABORATION IN THE 2025 VOLATILE ECONOMIC LANDSCAPE

In the macroeconomic outlook approaching the end of 2025, the business landscape faces not merely competition, but the complexity of VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity). Referring to Joseph Schumpeter’s postulate on Creative Destruction, business sustainability in this era relies heavily on adaptability and innovation. Cultivating superior entrepreneurship is no longer a matter of intuition alone; it requires a data-driven approach and the mastery of precise digital marketing competencies


As a strategic response to these challenges, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), in synergy with SMF, Gapai Asa Indonesia, Rhitme Innovation, and other strategic partners, is initiating a business acceleration forum. This initiative is designed as an intellectual incubator to facilitate the structural transformation of Indonesian MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises) from the informal sector into scalable and bankable business entities


We are bringing back two Subject Matter Experts (SMEs) with proven capabilities in bridging the gap between academic theory and practical field application:


1. Coach Dr. Arief Y Rukmana, S.T., M.M.

(Entrepreneur, Digital Marketer, Lecturer & Business Coach)

An academic and practitioner who understands business architecture holistically. His approach integrates an engineering mindset with strategic management, providing perspectives on how to construct efficient and measurable business systems.


2. Coach Rhyma Permatasari, S. Psi.

(Entrepreneur, Digital Marketer, Business Coach & Influencer)

An expert combining consumer psychology with digital marketing algorithms. Her expertise highlights aspects of market behavior which, according to Philip Kotler in the era of Marketing 4.0, are the keys to winning customer advocacy in the digital space


Why Are These Insights Crucial? The material designed is not merely normative; it serves as an Empirical Blueprint. This curriculum translates complex theoretical frameworks into actionable tactical steps for the escalation of profitability and brand equity


Structured & Comprehensive Agenda: This forum will dissect the business cycle in depth:

Strategic Planning: Formulating the Value Proposition Canvas for business development.

Digital Optimization: Implementation of omnichannel strategies and digital market penetration


Performance Evaluation: Metric-based evaluation methods to measure strategy effectiveness (ROI & ROAS)


Event Implementation Details: 📅 Thursday, December 04, 2025 📍 Alam Wisata Cimahi (AWC), West Java 🕗 Open Gate: 08:00 WIB


As stated by Michael Porter, competitive advantage grows from the ability to perform activities differently in ways that are difficult to imitate. Let us grow together through Collective Intelligence, build strategic synergy, and elevate your business valuation to a more prestigious level


#ScientificEntrepreneurship #DigitalTransformationCoach #StrategicManagement #BusinessResilience #PemodalanNasionalMadani #GapaiAsaIndonesia #RhitmeInnovation #IkatanCoachBisnisIndonesia #AlamWisataCimahi #BusinessTransformationCoach

PENGUATAN DIGITALISASI DI KOTA PADANG SUMATERA BARAT - COACH DR. ARIEF Y RUKMANA, S.T., M.M.


Alhamdulillah.

Setelah menutup lembar inspirasi di Kabupaten Malang—tempat di mana semangat digitalisasi koperasi tumbuh dari akar dedikasi dan harapan—kami, tim Corporate Coach, kembali melangkah menapaki perjalanan berikutnya menuju Ranah Minang, Kota Padang. Setiap perjalanan bukan sekadar perpindahan jarak, melainkan kisah tentang tekad, kolaborasi, dan keyakinan bahwa perubahan selalu dimulai dari satu langkah kecil yang diambil dengan niat besar.


Di Padang, kami kembali bersua dengan para penggerak koperasi—mereka yang tanpa lelah menjaga denyut ekonomi rakyat agar tetap hidup di tengah arus transformasi digital yang tak henti mengalir. Di ruang pelatihan itu, bukan hanya strategi yang kami bagi, tetapi juga mimpi. Mimpi tentang koperasi yang tak hanya kuat dalam angka, tetapi juga tangguh dalam semangat dan kolaborasi.

Setiap diskusi membuka cakrawala baru.
Setiap pertanyaan menghidupkan percikan ide.
Dan setiap senyum peserta menjadi bukti bahwa ilmu, ketika dibagikan dengan hati, dapat mengubah arah langkah sebuah komunitas.

Digitalisasi bukan sekadar teknologi—ia adalah bahasa baru dari kemandirian, kecepatan, dan kolaborasi. Saat koperasi memahami bahasa ini, mereka tak lagi sekadar mengikuti zaman; mereka menjadi bagian dari masa depan itu sendiri.
Semoga silaturahmi ini bukan hanya berbuah pengetahuan, tetapi juga mempererat simpul kolaborasi antara insan koperasi di seluruh Nusantara. Karena sejatinya, kekuatan bangsa terletak pada kemampuan kita untuk saling menguatkan.

Bismillah.
Semoga setiap langkah ini diberkahi, setiap proses dimudahkan, dan setiap niat baik menjadi amal yang tak terputus.

Dari Malang hingga Padang, dari inspirasi hingga aksi — perjalanan ini terus berlanjut, menulis bab-bab baru dalam kisah penguatan ekonomi berbasis digital dan kolaborasi manusia yang berdaya.


#BusinessCoachIndonesia #DigitalMarketingTrainer #PelatihKoperasi #CoachAriefYR #PenguatanDigitalisasiKoperasi #TransformasiDigitalUMKM #PelatihanKoperasi #KemenkopUKM #DigitalisasiBisnis #BusinessMentor #DigitalTransformation #KolaborasiBisnis #KoperasiModern #TrainerUMKM #InspirasiBisnis #CoachIndonesia #IkatanCoachBisnisIndonesia


 

Review tentang Coach Dr. (C). Arief Yanto Rukmana, S.T., M.M. Menurut ChatGPT


Review tentang Coach Dr. (C). Arief Yanto Rukmana, S.T., M.M.

Coach Dr. (C). Arief Yanto Rukmana, S.T., M.M., adalah seorang profesional yang berkomitmen dalam mengembangkan potensi individu dan organisasi melalui pendekatan yang inovatif dan strategis. Dengan latar belakang pendidikan yang solid dan pengalaman lebih dari satu dekade di bidang bisnis dan digital marketing, beliau telah membuktikan dirinya sebagai sosok inspiratif dan kompeten dalam berbagai peran yang dijalankan.

Sebagai seorang coach, beliau memiliki keahlian yang luar biasa dalam membantu pelaku usaha, UMKM, dan organisasi mencapai performa terbaik mereka. Pendekatan beliau mengintegrasikan wawasan akademis, pengalaman praktis, dan strategi berbasis data untuk menghasilkan solusi yang relevan dan berdampak. Keterlibatannya dalam berbagai inisiatif seperti program UMKM Naik Kelas dan kontribusinya dalam modernisasi koperasi melalui digitalisasi mencerminkan dedikasi dan visi beliau dalam membangun ekosistem bisnis yang tangguh dan berdaya saing.

Coach Arief juga dikenal sebagai komunikator yang ulung. Gaya penyampaian materinya selalu menarik, mudah dipahami, dan aplikatif, sehingga mampu menjembatani teori dengan praktik. Beliau telah diundang sebagai pembicara di berbagai forum penting, termasuk pelatihan manajerial, talk show bisnis, dan seminar kewirausahaan, yang menunjukkan reputasi tinggi dan pengakuan atas keahliannya.

Selain itu, beliau adalah pendiri Ikatan Coach Bisnis Indonesia, sebuah organisasi yang berfokus pada pengembangan kompetensi para coach bisnis di Indonesia. Peran ini menegaskan dedikasi beliau dalam membangun komunitas yang berkontribusi terhadap kemajuan ekonomi bangsa.

Dengan etika kerja yang kuat, inovasi, dan kemampuan untuk memberdayakan orang lain, Coach Arief Yanto Rukmana adalah pilihan tepat bagi siapa saja yang ingin berkembang di dunia bisnis maupun dalam aspek profesional lainnya. Beliau adalah sosok pemimpin, mentor, dan inspirasi bagi banyak orang.





 

BUSINESS WORKSHOP: Digital Marketing & Collaboration

 


🌟 BUSINESS WORKSHOP: Digital Marketing & Collaboration 🌟

Dalam rangka mendukung pemberdayaan ekonomi orang muda, Yayasan SAPA dengan dukungan Save the Children melalui Program BESTARI (Building Resilient and Safe Future Generation), menyelenggarakan workshop bisnis bertema Digital Marketing & Collaboration.

Program BESTARI, yang berlangsung sejak Juni 2023 hingga Februari 2024, berfokus pada:
Memberikan peluang ekonomi bagi orang muda usia 18-24 tahun
Membangun ekosistem inklusif dan aman melibatkan keluarga, pendidik, masyarakat, pemberi kerja, dan pemerintah
Mengembangkan ketangguhan ekonomi rumah tangga

Dalam fase kedua, Yayasan SAPA berkomitmen penuh untuk membentuk Inkubasi Bisnis Berbasis Komunitas sebagai pusat belajar dan inovasi bisnis, khususnya di tingkat desa. Melalui pelatihan ini, peserta akan didukung dalam memulai, mengembangkan, dan memperkuat usaha mereka, terutama dalam menghadapi tantangan era digital.

📅 Kapan? Rabu, 18 Desember 2024
📍 Di mana? Soreang, Kabupaten Bandung
Waktu: 09.00 – 16.00 WIB

🔥 SPEAKERS:
🧑‍💼 Coach Arief YR | Entrepreneur & Business Coach
🧑‍💼 Coach Rizki | Entrepreneur & Business Coach
👩‍💼 Coach Dewi | Entrepreneur & Business Coach
👩‍💼 Coach Rhyma | Entrepreneur & Business Coach

Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung turut mendukung kolaborasi ini untuk memperkuat kapasitas ekonomi generasi muda. Bersama kita membangun generasi tangguh, mandiri, dan siap menghadapi dunia usaha!

#WorkshopBisnis #DigitalMarketing #Kolaborasi #PemberdayaanPemuda #SaveTheChildren #YayasanSAPA #ProgramBESTARI #Entrepreneurship #EkonomiInklusif #PengembanganUMKM
Definisi Para Ahli Terkait Budaya Mutu - Pengertian Budaya Mutu (Quality Culture)



 What is Quality Culture?

Menurut Kujala dan Ullrank (2004:48),  untuk memahami pengertian budaya mutu hendaknya dipahami terlebih dahulu akar dari budaya mutu yaitu budaya organisasi, karena budaya mutu merupakan subset dari budaya organisasi. Menurut Robbins (2001:525), budaya organisasi merupakan sistem makna bersama terhadap nilai-nilai primer yang dianut bersama dan dihargai organisasi, yang berfungsi menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dengan organisasi lainnya, menciptakan rasa identitas bagi para anggota organisasi, mempermudah timbulnya komitmen kolektif terhadap organisasi, meningkatkan kemantapan sistem sosial, serta menciptakan mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu membentuk sikap dan perilaku para anggota organisasi. Deal dan Kennedy sebagaimana dikutip Robbins (2001:479) menjelaskan budaya organisasi sebagai nilai-nilai dominan yang didukung organisasi.
Gibson et.al. (1996:77) merumuskan: “kultur organisasi mengandung bauran nilai-nilai, kepercayaan, asumsi, persepsi, norma, kekhasan dan pola perilaku”.  Kreitner dan Kinicki (2003:68-75) memberi batasan budaya organisasi sebagai nilai dan keyakinan bersama yang mendasari identitas organisasi yang berfungsi sebagai pemberi rasa identitas kepada anggota, mempromosikan komitmen kolektif, meningkatkan stabilitas sistem sosial, serta mengendalikan perilaku para anggota. Luthans (1998:213) mengemukakan, budaya organisasi merupakan norma-norma dan nilai-nilai yang mengarahkan perilaku anggota organisasi. Setiap anggota akan berperilaku sesuai dengan budaya yang berlaku agar diterima oleh lingkungannya.
Sharplin (1995:225) menyatakan bahwa budaya organisasi merupakan suatu sistem nilai, kepercayaan, dan kebiasaan dalam suatu organisasi yang saling berinteraksi dengan struktur sistem formalnya untuk menghasilkan norma-norma perilaku organisasi. Stoner et.al. (1996:246) mendefinisikan budaya organisasi sebagai suatu cognitive framework yang meliputi sikap, nilai-nilai, norma perilaku dan harapan-harapan yang disumbangkan oleh anggota organisasi.  Davis (1984:198) menyatakan bahwa budaya organisasi merupakan pola keyakinan dan nilai-nilai (values) organisasi yang dipahami, dijiwai dan dipraktekkan oleh organisasi sehingga pola tersebut memberikan arti tersendiri dan menjadi dasar aturan berperilaku dalam organisasi. Schein (1992:221) mendefinisikan budaya organisasi sebagai suatu pola dari asumsi-asumsi dasar yang ditemukan, diciptakan atau dikembangkan oleh suatu kelompok tertentu dengan maksud agar organisasi belajar mengatasi atau menanggulangi masalah-masalahnya yang timbul akibat adaptasi eksternal dan integrasi internal yang sudah berjalan dengan cukup baik, sehingga perlu diajarkan kepada anggota-anggota baru sebagai cara yang benar untuk memahami, memikirkan dan merasakan berkenaan dengan masalah-masalah tersebut.
Menurut Noe dan Mondy (1993:235), budaya organisasi adalah sistem dari shared values, keyakinan dan kebiasaan-kebiasaan dalam suatu organisasi yang saling berinteraksi dengan struktur formalnya untuk mendapatkan norma-norma perilaku. Budaya organisasi juga mencakup nilai-nilai dan standar-standar yang mengarahkan perilaku pelaku organisasi dan menentukan arah organisasi secara keseluruhan.
Berdasarkan uraian di atas, meskipun konsep budaya organisasi memunculkan perspektif yang beragam, terdapat kesepakatan di antara para ahli budaya dalam hal mendefinisikan  budaya organisasi. Intinya bahwa budaya organisasi  berkaitan dengan sistem makna bersama yang diyakini oleh anggota organisasi (refers to a system of shared meaning held by members).


Dale (2003:30) menjelaskan beragamnya definisi budaya organisasi yang dikemukakan para ahli menggambarkan kompleksitas budaya organisasi. Diperlukan upaya menghasilkan budaya organisasi yang kondusif bagi perbaikan berkelanjutan dimana setiap orang dapat berpartisipasi. Jaminan kualitas juga perlu diintegrasikan ke dalam semua proses dan fungsi organisasi. Semua itu memerlukan perubahan perilaku orang-orang, sikap mental dan praktek pekerjaan dalam berbagai cara.     Merubah perilaku dan sikap mental orang adalah salah satu tugas manajemen yang paling sulit, memerlukan kekuatan besar dan keterampilan persuasif dan memotivasi. Kesungguhan juga diperlukan dalam memfasilitasi dan mengelola perubahan menuju ke arah budaya kualitas.
Definisi budaya mutu menurut Goetsch D.L dan Davis D.L (2002:110). adalah sistem nilai organisasi yang menghasilkan suatu lingkungan yang kondusif bagi pembentukan dan perbaikan mutu secara terus menerus. Budaya mutu terdiri dari filosofi, keyakinan, sikap, norma, tradisi, prosedur, dan harapan yang meningkatkan kualitas. Watson M.A., dan Gryna,  F.M.,  (2001:41) mengemukakan “quality culture is the pattern of habits, beliefs, and behaviour concerning quality”. Hardjosoedarmo (2004:92), memaparkan budaya kualitas adalah pola nilai-nilai, keyakinan dan harapan yang tertanam dan berkembang di kalangan anggota organisasi mengenai pekerjaannya untuk menghasilkan produk dan jasa yang berkualitas.
Referensi:

  1. Davis, A., (1984). Managing Corporate Culture. Cambridge, MA: Belinger.
  2. Gibson, James L., John M. Ivancevich dan James H. Donnelly, Jr. (1996). Organisasi, Perilaku, Struktur, Proses. (Alih Bahasa Nunuk Adiarni), Penerbit Binarupa Aksara, Jakarta.
  3. Goetsch D.L dan Davis D.L (2002). Introduction to Total Quality: Quality Management for Production, Process, and Service. Edisi Terjemahan. Alih Bahasa oleh Benyamin Molan, Manajemen Mutu Total: Manajemen Mutu untuk Produksi, Pengelolaan, dan Pelayanan. Jilid I. Jakarta: PT Prenhalindo.
  4. Hardjosoedarmo, S. (2004). Total Quality Management. Yogyakarta: Andi.
  5. Kreitner, Robert; Kinicki, Angelo. (2003).  Perilaku Organisasi. Edisi Bahasa Indonesia, Jakarta : Salemba Empat.
  6. Kujala, J.; P. Ullrank. (2004). Total Quality Management as a Cultural Phenomenon.  [Online]. Tersedia: www.asq.org.
  7. Luthans, Fred. (1998). Organization Behavior. International Edition, Sixth Edition, Mc Graw-Hill, Singapore.
  8. Mondy, Noe, and Premeaux, (1999). Human Resources Management. Seventh Edition Prentice Hall Mc. Inc, USA.
  9. Robbins, Stephen P., (2001).  Organizational Behavior. New Jersey: Pearson Education International.
  10. Schein, Edgar H. (1992). Organizational Culture and Leadership. San Francisco: Jossey Bass, Pub.
  11. Sharplin, A., (1995), Strategic Management, McGraw-Hill, New York.
  12. Stoner, James A. F. & Edward Freeman, Daniel R. Gilbert, Jr. (1996).  Manajemen. Edisi Indonesia, Alih Bahasa Alexander Sindoro, PT. Prehallindo, Jakarta.
  13. Watson, M. A., Gryna,  F.M. (2001). Quality Culture in Small Business: Four Case Studies. Quality Progress, 34(1), 41-48.
  14. Watson, M. A., Gryna,  F.M. (2001). Quality Culture in Small Business: Four Case Studies. Quality Progress, 34(1), 41-48.
  15. Yoder, Dale, (1962), Personel Principles and Policies, Prentice Hall Inc, Maruzen Company Ltd, Second Edition
no image

 

11 Situs Tempat Mencari Referensi Karya Tulis Ilmiah

dari SEVIMA.COM – Karya tulis ilmiah tidak bisa dihidarkan dalam dunia pendidikan, pasti para dosen dan mahasiswa pernah dituntut untuk membuat karya tulis ilmiah, jurnal Dll, tentu dengan referensi yang ilmiah pula. Dan kebanyakan rekan-rekan masih bingun nih, dimana mencari refrensinya, intip aja infografis dibawah, ada 11 situs yang bisa anda jelajahi, chek it out:

1. E-resources.perpusnas.go.ig

Situs web Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) ini sudah menjadi langganan akademisi untuk berburu jurnal. Untuk cara masuknya, anda harus menjadi anggota perpus secara online supaya bisa mengakses dimanapun.

2. LIPI.go.id

Ini dia referensi untuk kamu yang suka pusing baca jurnal Bahasa Inggris. LIPI atau Lembaga Imu Pengetahuan Indonesia merupakan lembaga pemerintah non kementerian tapi koordinatormya adalah Kemenristekdikti. Hampir semua jurnal disini bisa diunduh gratis dan berbahasa Indonesia.

3. ijern.com

International Journal of Education and Research mereview jurnal penelitian yang diterbitkan oleh Kontemporer Research Center (CRC Publications). Situs ini adalah platform bagi para peneliti, akademisi, profesional, praktisi, dan mahasiswa berbagi ilmu pengetahuan.

4. doaj.org

Directory of Open Access Journal (DOAJ)
Direktori khusus untuk jurnal berstatus open access, menyediakan fasilitas pencarian link menuju laman jurnal internasional gratis. Tinggal ketik saja jurnal yang dikehendaki, doaj.org akan memberikan jurnal lewat data yang dimiliki.

5. sciencedirect.com

Yang ini adalah situs penyedia artikel, jurnal, dan buku. Meskipun ada yang berbayar, tapi yang gratis bisa dicari pada bagian open access.

Baca Juga: Cara Mudah Membuat Jurnal Ilmiah yang Benar dan Baik

6. Researchgate.net

Ini adalah situs tempat berkumpulnya komunitas online peneliti, peneliti bisa mengupload jurnal atau saling request jurnal secara gratis. Untuk mendaftar menggunakan email institusi atau kampus. Kamu bisa ke IPTIK atau ICT kampus masing-masing untuk meminta email student atau email khusus mahasiswa

7. Google Scholar

Seperti mesin pencari pada umumnya, hanya saja dikhususkan untuk jurnal ilmiah maupun skripsi. Tinggal ketik scholar.google.com dan cari kata kunci yang sesuai dengan yang kamu inginkan.

8. Freefullpdf.com

Pencarian khusus untuk menemukan paper atau publikasi.

9. libgen.org

Library Genesis menyediakan jurnal lama sampai baru, bisa diakses secara gratis juga lho. Tetapi situs ini ilegal, kata teman-teman.

10. scopus.com

SCOPUS adalah layanan indeksasi dan penyedia database jurnal terbesar saat ini. 

Sekitar 20.000 artikel yang terindeks merupakan artikel peer-reviewed. Selain SCOPUS

ada beberapa layanan indeksasi jurnal lain.


11. Minta Tolong Teman

Kalau semua sudah dicoba, ada satu lagi, yaitu tanya kepada rekan-rekan anda, mungkin mereka mengetahui, atau tanya kepada dosen yang telah banyak melakukan penelitian, pasti mereka mengetahui tempat mecari refrensi yang tepat untuk karya tulis mu, atau minta tolong teman yang ada di luar negeri atau kampus yang berlangganan jurnal-jurnal ilmiah. Selamat mencoba ya!

Semoga membantu tulisan Daftar Referensi Jurnal Ilmiah Online Gratis ini, mungkin rekan-rekan mengetahui referensi situs lain, bisa dishare di kolom komentar agar membantu rekan yang lain…

Infografis bisa lihat dibawah:

Infografik Situs

SOURCE:

SEVIMA : Take IT Easy

PERAN PEMERINTAH DALAM KEWIRAUSAHAAN DAN PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN BERKELANJUTAN

 

PERAN PEMERINTAH DALAM KEWIRAUSAHAAN



Pemerintah sebagai pelaksana amanat rakyat sudah semestinya mengukur kemakmuran bagi masyarakatnya dan ini juga diamanatkan dalam undang undang dasar negara Republik Indonesia. Karenanya dibentuklah Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah untuk membantu mengembangkan ekonomi kerakyatan melalui gerakan koperasi sebagai penghimpun dan pengelola dana sebagai modal dari rakyat untuk rakyat. Keberadaan koperasi yang tumbuh pesat hingga kepelosok negeri menjadi tulang punggung bagi populasi modal untuk tumbuhnya usaha kecil dan menengah di dalam kelompok masyarakat.

Bergulirnya dana bantuan pemerintah yang dikelola dengan baik oleh koperasi menjadi angin segar bagi yang terus tumbuhnya usaha kecil dan menengah tersebut, terlebih lagi dengan dikerahkannya tenaga yang handal dan terlatih dalam memberikan arahan dan pembinaan bagi para calon usahawan yang akan menggunakan dana bantuan yang sifatnya ringan. Dana ini akan diberikan secara bergiliran agar seluruh peserta koperasi dapat merasakan manfaatnya.

Berikut ini adalah manfaat dukungan pemerintah pada usaha kecil dan menengah untuk menyokong perekonomian nasional Indonesia:

  1. Menyerap Lebih Banyak Pekerja

Usaha kecil dan menengah ini adalah sebagai penyerap tenaga kerja paling banyak dibandingkan dengan badan usaha negara atau swasta lainnya. Seperti kita tahu bahwa kebanyakan perusahaan kelas atas akan membutuhkan tenaga profesional terampil dengan pendidikan tinggi. Meninggalkan yang tidak memiliki pendidikan tinggi tanpa pekerjaan. Beruntunglah dengan adanya usaha kecil dan menengah di lapangan kerja terbuka lebih maksimal dan menyerap lebih banyak pekerja yang berpendidikan paling rendah.

  1. Menambah Pemasukan Devisa Negara

Beberapa produk usaha kecil dan menengah berskala menengah telah menembus pasar internasional melalui ekspor sehingga menambah pemasukan negara, tidak hanya dari segi migas saja. Potensi ini akan terus bertambah, negara semakin mendukung perkembangan usaha kecil dan menengah, melihat potensi secara teliti dan memodali dengan lebih baik.

  1. Memaksimalkan Potensi Sumber Daya Alam (SDA)

Dengan dukungan pemerintah dalam membantu membiayai usaha kecil dan menengah maka akan merangsang lebih banyak orang dalam memanfaatkan sumber daya alam di sekitar mereka. Tentu saja ini lebih baik atau lebih dekat SDA kita dikuasai oleh orang asing. Hal ini juga dapat membuat kita lebih independen dalam SDA seperti bahan pangan dan pakaian agar tidak selalu tergantung pada hasil impor akibat perdagangan bebas.

Indonesia harus lebih jeli melihat peluang untuk kesinambungan ekonomi di masa mendatang. Oleh karena itu sudah sepatutnya pemerintah semakin meningkatkan bantuan berupa finansial, penyuluhan serta pelatihan bagi pengusaha-pengusaha muda Indonesia agar semakin bermunculan dan membuat ekonomi kita menjadi lebih baik. Hal ini juga agar Indonesia dapat lebih maju di kancah perdagangan internasional.

 

 


 Kewirausahaan berkelanjutan berfokus pada keterampilan  wirausahawan  untuk mewujudkannya melalui perubahan sosial dan lingkungan atau inovasi sosial


Indeks Kewirausahaan dan Pembangunan Global atau Global Entrepreneurship and Development Index (GEDI) Tahun 2013 memposisikan Indonesia berada pada peringkat 76 dari 118 negara. Dibandingkan dengan negara-negara ASEAN, peringkat tersebut masih jauh di bawah Singapura (13), serta masih di bawah Malaysia (57), Brunei Darussalam (58), Thailand (65). Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia masih belum optimal dalam membangun kewirausahaannya. Untuk memacu pembangunan kewirausahaan, pemerintah Indonesia mencanangkan Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN), dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah wirausaha Indonesia, mengingat jumlah wirausaha Indonesia baru berkisar 0,25% dari populasi penduduk. Dalam mempertahankan upaya dan meningkatkan peringkat kewirausahaan yang sudah dicapai saat ini, Penerapan kewirausahaan membangun kewirausahaan yang berkelanjutan (kewirausahaan berkelanjutan) untuk menciptakan kewirausahaan yang berdaya saing tangguh, berkelanjutan serta saling mendukung dan berkesinambungan, dengan memanfaatkan sinergi dari berbagai elemen masyarakat. Dengan terciptanya sustainable entrepreneurship maka daya saing yang berkelanjutan di tingkat nasional maupun global dapat terwujud. Kewirausahaan berkelanjutan berfokus pada keterampilan wirausahawan untuk mewujudkannya melalui perubahan sosial dan lingkungan atau inovasi sosial. Kewirausahaan bukan lagi hanya menghasilkan ekonomi, namun wirausahawan yang berkelanjutan (pengusaha berkelanjutan) mampu "triple bottom line" (profitabilitas perusahaan, potensi manfaat untuk lingkungan hidup, Serta potensi manfaat untuk masyarakat dengan menyeimbangkan kesehatan, keadilan sosial dan ketahanan lingkungan perilaku kewirausahaan mereka. Akhir-akhir ini banyak diskusi ilmiah tentang teori kewirausahaan dan praktek yang berkaitan dengan orientasi kewirausahaan yang berkelanjutan pada tujuan-tujuan masyarakat, etika, ekonomi, dan ekologi. Bahkan riset tentang kewirausahaan yang berkelanjutan sudah lebih berkembang jika dibandingkan dengan riset bisnis dan lingkungan terutama dalam hal-hal yang mempengaruhi perubahan praktek-praktek sosial dan lingkungan bisnis. Namun pertanyaan yang mengemuka adalah “Bagaimanakah kita memahami sifat, motivasi dan faktor-faktor pendorong ecopreneurs berkelanjutan untuk berinovasi? ” Pertanyaan selanjutnya adalah “Bagaimanakah implementasi kewirausahaan berkelanjutan di Indonesia agar dapat bersaing di tingkat global?”. Makalah ini bertujuan untuk membahas pendekatan konseptual tentang kewirausahaan yang berkelanjutan serta untuk menguraikan bagaimana pengusaha berkelanjutan berinovasi dalam membawa manfaat tambahan (manfaat) bagi masyarakat dan lingkungan.

Search This Blog

Powered by Blogger.